TUGAS MATA
KULIAH SISTEM INFORMASI KESEHATAN S S-05 TA. 2016-2017
BM
ADMINISTRASI DAN KEBIJAKAN KESEHATAN
Judul :
SISTEM
INFORMASI KESEHATAN PUSKESMAS
Dosen Pengajar :
1. Rutler Masalamate, SKM, M.Kes
2. Dr. Chreisye K.F. Mandagi, MPH
3. Dr. Ronny Budiman, MKM
Nama-nama
Kelompok 3:
1.
Vitha Lontaan 14111101078
2.
Syelin Pontoh 14111101027
3.
Ayuditha Posumah 14111101040
4.
Siti Damapolii 14111101259
5.
Kastik Yeblo 14111101111
6.
Jeanet Sualang 14111101060
7.
Jelily Mentang 14111101291
FAKULTAS KESEHATAN
MASYARAKAT
UNIVERSITAS SAM RATULANGI
MANADO
2016
KATA
PENGANTAR
Puji dan syukur kepada Tuhan yang
Maha Kuasa atas berkat-Nya sehingga makalah ini dapat dibuat. Adapun judul
makalah ini adalah mengenai “Sistem Informasi Kesehatan Puskesmas”. Pada zaman sekarang Puskesmas
berfungsi sebagai usaha preventif (pencegahan) dan operatif (penanggulangan)
terhadap upaya-upaya kesehatan masyarakat. Semakin banyak Puskesmas yang
dibangun maka sangatlah penting jika pihak Puskesmas berfikiran untuk
meningkatkan mutuari Puskesmas tersebut. Dalam makalah ini
terdapat beberapa indikator-indikator yang menjadi bahan acuan dalam
meningkatkan mutu pelayanan puskesmas. Sebagai sampel pelaksanaan Sistem
Informasi Kesehatan kelompok kami menganalisis indikator-indikator apa saja
yang dipakai oleh Puskesmas Wonasa.
Kelompok kami menyadari masih banyak
kekurangan dalam penulisan dan pembuatan makalah ini. Oleh karena itu
dibutuhkan kritikan dan saran dari pembaca guna untuk penyempunaan makalah ini.
Terima kasih.
Manado, Oktober 2016
Kelompok
7
DAFTAR
ISI
KATA PENGANTAR
………………………………………………………………………..i
DAFTAR ISI
……………………………………………………………………….………..ii
BAB 1 PENDAHULUAN
1.1 Latar
Belakang ………………………………………………………………………….iii
1.2 Rumusan Masalah ……………………………………………………………………...iii
1.3 Tujuan
Penulisan ………………………………………………………………………..iv
1.4 Manfaat
Penulisan ………………………………………………………………………iv
BAB II PEMBAHASAN
2.1 Pengertian
Sistem Informasi Kesehatan ………………………………………………1-2
2.2 Ruang Lingkup
Sistem Informasi Kesehatan …………………………………………2-7
2.3 Sumber Data
Sistem Informasi Puskesmas ……………………………………………7-8
2.4 Pencatatan
Dan Pelaporan Kegiatan Sistem Informasi Puskesmas ……………………..8
2.5 Pengembangan Indikator Sistem
Informasi Puskesmas …………………………………9
2.6
Sistem Informasi Kesehatan Puskesmas Wonasa ………………………………………10
BAB
III PENUTUP
3.1
Kesimpulan …………………………………………………………………………….11
BAB
IV DAFTAR PUSTAKA.…………………………………………………………….12
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar
Belakang
Puskesmas
merupakan salah satu instansi yang bergerak dibidang pelayanan jasa kesehatan
masyarakat. Pada zaman sekarang telah banyak di bangun Rumah Sakit akan tetapi
di daerah pelosok atau desa yang ada masih Puskesmas yang berfungsi sebagai
usaha preventif (pencegahan) dan operatif (penanggulangan) terhadap upaya-upaya
kesehatan masyarakat. Semakin banyak Rumah Sakit dan Puskesmas yang dibangun
maka sangatlah penting jika pihak Puskesmas berfikiran untuk meningkatkan mutuari
Puskesmas tersebut. Untuk menunjang peningkatan mutu Badan usaha sosial seperti
Puskesmas yang melayani masyarakat di bidang kesehatan, sistem yang
terkomputerisasi sangat diperlukan karena pelayanan yang diberikan di Puskesmas
juga harus cepat. Misalnya, mengatasi sistem informasi manajemen pada
pendaftaran pasien yang selama ini digunakan. Penyelenggaraan upaya pelayanan
kesehatan secara paripurna dijabarkan dalam kegiatan-kegiatan pokok di dalam
gedung maupun di luar gedung Puskesmas. Kegiatan di dalam gedung Puskesmas
meliputi pengobatan, kesehatan ibu dan anak (KIA), Keluarga Berencana (KB),
kesehatan gigi dan laboratorium. Sedangkan kegiatan yang dilakukan di luar
gedung Puskesmas meliputi pemberantasan penyakit menular, gizi, kesehatan ibu
dan anak, imunisasi, penyuluhan kesehatan masyarakat, dan kesehatan usia
lanjut. Sebagai tindak lanjut mengembangkan sarana pelayanan pendaftaran pasien
di instansi jasa khususnya Puskesmas, perlu diadakan pengolahan sistem
informasi manajemen yang memadai. Oleh sebab itu, untuk mengatasi masalah yang
ada di Puskesmas dapat dilakukan dengan cara membuat sistem informasi
yang cepat, tepat dan akurat. Sistem informasi tersebut berupa “Sistem
Informasi Kesehatan Puskesmas“.
1.2 Rumusan
Masalah
1. Apa pengertian sistem informasi
Puskesmas?
2. Bagaimana ruang lingkup
(kajian-kajian) sistem informasi Puskesmas?
3. Bagaimana sumber data sistem
informasi Puskesmas?
4. Bagaimana pencatatan dan pelaporan
kegiatan sistem informasi Puskesmas?
5. Bagaimana pengembangan indikator
sistem informasi Puskesmas?
1.3 Tujuan Penulisan
1. Untuk mengetahui pengertian sistem
informasi Puskesmas.
2. Untuk mengetahui ruang lingkup
(kajian-kajian) sistem informasi Puskesmas
3. Untuk mengetahui sumber data sistem
informasi Puskesmas
4. Untuk mengetahui pencatatan dan
pelaporan kegiatan sistem informasi Puskesmas
5. Untuk mengetahui pengembangan
indikator sistem informasi Puskesmas
1.4 Manfaat
Penulisan
Untuk pengembangan wawasan dan
peningkatan ilmu pengetahuan mengenai Sistem Informasi Kesehatan Puskesmas.
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Pengertian
Sistem Informasi Puskesmas
Sistem
Informasi Kesehatan merupakan gabungan perangkat dan prosedur yang
digunakan untuk mengelola siklus informasi (mulai dari pengumpulan data sampai
pemberian umpan balik informasi) untuk mendukung pelaksanaan tindakan tepat
dalam perencanaan, pelaksanaan dan pemantauan kinerja sistem kesehatan.
Informasi kesehatan selalu diperlukan dalam pembuatan program kesehatan mulai
dari analisis situasi, penentuan prioritas, pembuatan alternatif solusi,
pengembangan program, pelaksanaan dan pemantauan hingga proses evaluasi. Puskesmas
merupakan salah satu instansi yang bergerak dibidang pelayanan jasa kesehatan
masyarakat.
Sistem Informasi Puskesmas (Simpus)
yaitu seluruh kegiatan Puskesmas mulai registrasi, tindakan medis/pengobatan,
farmasi/apotik, serta menejemen terhubung menjadi satu dengan sitem real
online (up to date). Setiap saat menejemen atau pihak yang berkepentingan dapat
memonitor perkembangannya.
Simpus
merupakan sebagian dan kemampuan sistem informasi Menejemen Puskesmas
yang terintegrasi, disamping keuntungan lain seperti:
1. Pencatatan medical record
2. Kecepatan pelayanan administrasi
3. Pembuatan laporan data
penyakit secara cepat dan akurat.
Untuk mengatasi hambatan dalam
pelayanan kesehatan dalam Puskesmas keberadaan teknologi informasi merupakan
salah satu faktor penunjang untuk meningkatkan mutu pelayanan kesehatan yang
ada.
Perencanaan
suatu sistem informasi Puskesmas dilakukan dengan mempertimbangkan dua faktor
yakni informasi dan proses, yang berbasis pada struktur manajemen Puskesmas
yang bersangkutan. Secara garis besar struktur manajemen Puskesmas dapat dibagi
menjadi dua bagian yaitu bagian struktural dan fungsional. Aktivitas pada
bagian struktural lebih berhubungan dengan penanganan aspek administratif dan
Puskesmas yang bersangkutan seperti pembayaran dan perlengkapan,
sedangkan aktivitas pada bagian fungsional lebih terfokus pada sisi pelayanan
kesehatan pada pasien.
Faktor lain yang tidak kalah penting
untuk menjadi dasar pengembangan sistem informasi Puskesmas adalah faktor
keamanan, baik keamanan terhadap transmisi data maupun keamanan terhadap isi
informasi atau information content. Salah satu bagian yang sangat memfokuskan
perhatiannya terhadap masalah keamanan sistem informasi di Puskeswmas
adalah bagian pelayananan di BP. Data-data pada bagian ini berupa terbagi
menjadi dua data utama yaitu data hasil pemeriksaan dan data diagnosis, dimana
kedua jenis data tersebut menyangkut hal-hal yang berhubungan dengan privasi
pasien.
2.2 Ruang Lingkup (Kajian-Kajian)
Sistem Informasi Puskesmas
Adapun tugas pokok dan fungsi
masing-masing bagian di Pusat Kesehatan Masyarakat adalah sebagai berikut :
|
No.
|
Nama Jabatan
|
Uraian Tugas
|
|
1.
|
Kepala
Puskesmas
|
1.
Melaksanakan fungsi-fungsi
manajemen, bimbingan dan supervisi.
2.
Mengadakan koordinasi di tingkat
kecamatan.
3.
Sebagai penggerak pembangunan
kesehatan di tingkat kecamatan.
4.
Sebagai tenaga ahli pendamping
Camat.
5.
Mengkoordinir dan bertanggung
jawab terhadap semua kegiatan di puskesmas
|
|
2.
|
Koordinator
Unit Tata Usaha
|
1.
Merencanakan dan mengevaluasi
kegiatan di unit TU
2.
Mengkoordinir dan berperan aktif
terhadap kegiatan di unit TU
3.
Menggantikan tugas Kepala
Puskesmas bila Kepala
4.
Puskesmas berhalangan hadir
|
|
3.
|
Keuangan
|
1.
Melakukan perencanaan Keuangan
2.
Merealisasikan Keuangan
3.
Membuat pembukuan/penutupan kas.
4.
Mengambil gaji dan dana
operasional serta yang berkaitan dengan kesejahteraan pegawai
5.
Pencatatan dan Pelaporan
6.
Membuat petikan daftar gaji
7.
Menerima setoran dari
masing-masing unit pelayanan
8.
Mengkoordinir bendahara-bendahara
di Puskesmas
9.
Melakukan setoran perda ke kas
daerah
|
|
4.
|
Umum
|
1.
Rigistrasi Surat Masuk dan Keluar
2.
Melanjutkan disposisi Pimpinan
3.
Membuat konsep surat
4.
Mengkoordinir kegiatan petugas
bagian pengiriman semua laporan puskesmas.
5.
Mengkoordinir kegiatan petugas
bagian perbaikan sarana puskesmas
6.
Mengarsipkan surat.
7.
Melakukan kegiatan yang bersifat
umum.
8.
Mengkoordinir pembuatan spanduk
yang bersifat umum
|
|
5.
|
Kepegawaian
|
1.
Membuat laporan kepegawaian
(Absensi, bezzeting, DUK, lap.triwulan, tahunan ,dsb.)
2.
Mengetik DP 3 yang sudah di isi
nilai oleh Atasan Langsung
3.
Mendata dan mengarsipkan file
pegawai.
4.
Mengusulkan cuti dan kenaikan
pangkat
5.
Mengusulkan tunjangan pegawai (
Penyesuaian Fungsional, Baju, Sepatu dan lain-lain)
|
|
6.
|
Data
dan Informasi
|
1.
Sebagai pusat data dan informasi
puskesmas.
2.
Mengumpulkan dan mengecek laporan
puskesmas sebelum dikirim ke dinas kesehatan
3.
Menyajikan laporan dalam bentuk
visualisasi data (tabel, grafik,dll)
4.
Mengidentifikasi masalah program
dari hasil visualisasi data dan menyerahkan hasilnya kepada koordinator
perencanaan dan penilaian
5.
Bersama-sama team data dan
informasi menyusun semua laporan puskesmas (PTP, minilok, Lap. Tahunan,
Stratifikasi, dsb.)
6.
Pencatatan dan pelaporan.
|
|
7.
|
Perencanaan
dan Evaluasi
|
1.
Mengkoordinir kegiatan team
perencanaan dan penilaian
2.
Menyusun jadwal evaluasi kegiatan
puskesmas secara kontinyu
3.
Menyusun laporan hasil evaluasi dan
perencanaan untuk selanjutnya diserahkan kepada koord. data & informasi
serta koordinasi program terkait
4.
Mengarsipkan hasil kegiatan
|
|
8.
|
Koordinator
UPTF Upaya Kesehatan Masyarakat
|
1.
Mengkoordinir dan bertanggung
jawab dalam penyusunan perencanaan dan evaluasi kegiatan di unit P2M,PROM.
KES, KIA/KB, GIZI dan KESLING
2.
Mengkoordinir dan berperan aktif
terhadap kegiatan di Unitnya
|
|
9.
|
Koordinator
Unit Pencegahan dan Pemberantasan Penyakit (P2M)
|
1.
Menyusun perencanaan dan evaluasi
kegiatan di unit P2M
2.
Mengkoordinir dan berperan aktif
terhadap kegiatan di unitnya.
3.
Ikut secara aktif mencegah dan
mengawasi terjadinya peningkatan kasus penyakit menular serta menindak
lanjuti terjadinya KLB.
|
|
10.
|
Pemegang
ProgramSurveilans
|
1.
Berperan aktif secara dini
melakukan pengamatan terhadap penderita, kesling, perilaku masyarakat dan
perubahan kondisi.
2.
Analisis tentang KLB
3.
Penyuluhan kesehatan secara
intensif
4.
Pencatatan dan pelaporan
|
|
11.
|
Pemegang
ProgramP2 Imunisasi
|
Bertanggung jawab dan
mengkoordinir kegiatan sebagai berikut :
1.
Pelaksanaan Imunisasi Polio,
Campak, HB, BCG, DPT pada bayi ditempat pelayanan kesehatan ( Puskesmas,
Posyandu dan pustu ).
2.
Pelaksanaan Imunisasi TT pada
BUMIL & WUS ditempat pelayanan kesehatan.
3.
Penyuluhan imunisasi dan sweeping
ke rumah target yang tidak datang ke tempat pelayanan kesehatan.
|
|
12.
|
Pemegang
ProgramP2 Diare
|
1.
Penyuluhan untuk memasyarakatkan
hidup bersih dan sehat serta memasyarakatkan oralit.
2.
Kaporitisasi sumur-sumur dan
sumber air sebanyak 2 kali se tahun.
3.
Surveillance yaitu mengurangi dan
menghindari kontak untuk mencegah penyebaran kasus.
4.
Pecatatan dan Pelaporan.
5.
Penemuan dan pengobatan penderita
diare di dalam maupun di luar gedung.
6.
Aktif dalam penyelidikan
KLB/peningkatan kasus
|
|
13.
|
Pemegang
ProgramP2 DHF
|
1.
Penentuan target sasaran,
khususnya di desa endemis DHF, Penyuluhan DHF
2.
Pemberantasan vektor melalui PJB
dan PSM serta pelaksanaan ULV di wilayah kerja
3.
Penemuan dan pengobatan penderita
4.
Pencatatan dan Pelaporan
5.
Melaksanakan Penyelidikan
Epidemiologi DHF
6.
Pemeriksaan larva
7.
Pemantauan/monitoring jumantik
desa endemis
8.
Pertemuan berkala jumantik
9.
Rekapitulasi laporan jumantik
|
|
14.
|
Pemegang
ProgramP2 TBC
|
1.
Penyuluhan tentang TBC serta
kunjungan dan follow up ke rumah pasien
2.
Pencatatan dan Pelaporan kasus
3.
Penemuan secara dini penderita TBC
4.
Pengobatan penderita secara
lengkap
5.
Koordinasi dengan petugas
laboratorium terhadap penderita/tersangka TBC untuk mencari BTA +
|
|
15.
|
Pemegang
ProgramP2 ISPA
|
1.
Penyuluhan tentang ISPA
2.
Penemuan secara dini penderita
ISPA
3.
Pengobatan penderita secara
lengkap
4.
Pencatatan dan Pelaporan kasus
|
|
16.
|
Pemegang
Program PMS-AIDS
|
1.
Penyuluhan tentang PMS dan AIDS
2.
Kerjasama dengan Yayasan peduli
AIDS mengenai pendataan penderita PMS dan AIDS.
3.
Penemuan secara dini penderita PMS
dan AIDS.
4.
Pengobatan penderita yang
menderita maupun yang dicurigai.
|
|
17.
|
Pemegang
Program P2 Malaria
|
1.
Penyuluhan tentang Malaria
2.
Pemberantasan Nyamuk Anopeles.
3.
Kerja sama dengan aparat
pemerintahan desa dalam pelaporan pendatang terutama yang berasal dari daerah
endemis Malaria.
4.
Penemuan secara dini penderita
malaria
5.
Pengobatan penderita yang
menderita maupun yang dicurigai.
|
|
18.
|
Pemegang
Program P2 Kusta
|
1.
Penyuluhan tentang Kusta
2.
Penemuan Penderita Kusta dengan
pemeriksaan kontak, pemeriksaan anak sekolah dan case survei
3.
Memberikan pengobatan yang tepat
sesuai diagnosa dan klasifikasinya.
4.
Melakukan pencegahan cacad dengan
mengawasi dan mengevaluasi pengobatan
5.
Pencatatan dan Pelaporan
|
|
19.
|
Pemegang
Program P2 Rabies
|
1.
Pencatatan pasien yang digigit HPR
( Hewan Penular Rabies)
2.
Pemberian Vaksin Anti Rabies (VAR)
bagi pasien digigit anjing
3.
Pengamprahan dan pencatatan
pemakaian VAR
4.
Pembuatan laporan pasien dan
vaksin
|
|
20.
|
Pemegang
ProgramPromosi Kesehatan
|
1.
Mengkoordinir dan bertanggung
jawab terhadap semua kegiatan promosi kesehatan di wilayah kerja puskesmas.
2.
Perencanaan, pelaksanaan dan
evaluasi kegiatan promosi dilakukan bersama-sama dengan coordinator program
yang terkait.
3.
Kegiatan dalam Gedung
A.
Penyuluhan langsung kepada
perorangan maupun kelompok penderita di Puskesmas / Pustu
B.
Penyuluhan tidak langsung melalui
Media Poster / Pamflet
4.
Kegiatan di luar Gedung
A.
Penyuluhan melalui media masa,
pemutaran Film, siaran keliling maupun media tradisional.
B.
Penyuluhan kelompok melalui
posyandu dan sekolah.
5.
Koordinator pelaksanaan PHBS
6.
Koordinator pelaksanaan Bali Sehat
7.
Pencatatan dan pelaporan
|
|
21.
|
Pemegang
Program JPKMM
|
1.
Pendataan KK dan anggota Gakin
2.
Penyusunan perencanaan dana
operasional JPKMM
3.
Pencatatan operasional dana JPKMM
4.
Pelayanan kesehatan untuk anggota
JPKMM
5.
Penyuluhan tentang prosedur dan
tata laksana pemanfaatan kartu GAKIN
6.
Pencatatan dan Pelaporan
|
|
22.
|
Koordinator
Unit KIA,KB, Gizi
|
1.
Menyusun perencanaan dan evaluasi
kegiatan di unit KIA,KB, Gizi, Kes. Anak, Kes Remaja
2.
Mengkoordinir dan berperan aktif
terhadap kegiatan di unitnya.
3.
Ikut secara aktif mencegah dan
mengawasi terjadinya masalah dan memecahkan masalah yang ada di unitnya.
|
2.3 Sumber Data Sistem Informasi Puskesmas
Sumber
data adalah bukti nyata yang menggambarkan kondisi atau fakta yang sebenarnya
di lapangan atau di masyarakat. Informasi adalah hasil dari pengolahan data
dalam bentuk yang lebih berguna dan lebih berarti bagi penerimanya yang
menggambarkan suatu kejadian sehingga akan berguna untuk pengambilan keputusan.
Data dapat dikumpulkan dengan berbagai macam cara, yaitu:
1. metode rutin
2. metode non-rutin.
Pengumpulan data secara rutin
dilakukan untuk data yang berasal dari fasilitas kesehatan. Data ini
dikumpulkan atas dasar catatan atau rekam medik pasien/klien baik yang
berkunjung ke fasilitas pelayanan kesehatan maupun yang dilayani di luar gedung
fasilitas pelayanan kesehatan. Pengumpulan data secara rutin umumnya dilakukan
oleh petugas kesehatan. Akan tetapi pengumpulan data secara rutin juga dapat
dilakukan oleh masyarakat (kader kesehatan). Bentuk lain dari pengumpulan data
secara rutin adalah registrasi vital. Adapun pengumpulan data secara non-rutin
umumnya dilakukan melalui survei, sensus, evaluasi cepat (kuantitatif atau kualitatif),
dan studi-studi khusus/penelitian.
2.4 Pencatatan
Dan Pelaporan Kegiatan Sistem Informasi Puskesmas
Kegiatan-kegiatan
pokok Pusskesmas yang diselenggarakan oleh puskesmas sejak berdirinya semakin
berkembang. Usaha pokok kesehatan yang dapat dilaksanakan oleh puskesmas sesuai
dengan kemampuan yang ada dari tiap-tiap puskesmas baik dari segi tenaga,
fasilitas biaya/ anggaran yang tersedia. Oleh karena itu pemerintah dewasa ini
menetapkan pokok-pokok usaha kesehatan puskesmas yang terdiri dari:
1.
Upaya kesehatan ibu dan anak
2.
Upaya keluarga berencana
3.
Upaya peningkatan gizi
4.
Upaya kesehatan lingkungan
5.
Upaya pencegahan dan pemberantasan penyakit menular
6.
Upaya penyuluhan kesehatan
7.
Upaya kesehatan sekolah
8.
Upaya kesehatan olah raga
9.
Upaya kesehatan masyarakat
10.
Upaya kesehatan kerja
11.
Upaya kesehatan gigi dan mulut
12.
Upaya kesehatan jiwa
13.
Upaya kesehatan mata.
14.
Upaya laboratorium kesehatan
15.
Upaya pencatatan dan pelaporan dalam rangka sistem informasi
kesehatan.
2.5 Pengembangan
Indikator Sistem Informasi Puskesmas
Strategi pengembangan Puskesmas yang
dilaksanakan, dimaksudkan untuk memberikan wadah bagi Puskesmas untuk
mengembangkan diri sesuai potensi masing-masing yang tujuannya adalah
peningkatan mutu layanan secara komprehensif (promotif, preventif, kuratif dan
rehabilitatif) dengan tetap berpegang pada prinsip-prinsip strategi
pengembangan Puskesmas.
Indikator kinerja puskesmas
1. Kondisi bangunan Puskesmas
2. Ketersediaan listrik 24 jam
3. Alat kesehatan sesuai standar
4. Kecukupan sarana komunikasi
5. Pelaksanaan perencanaan
6. Pelaksanaan Upaya Kesehatan Pilihan
7. Pertemuan berkala lintas sektor
8. Persentase Penduduk miskin ditangani
9. Cakupan Desa siaga aktif
10. Ketersediaan dan kecukupan air
bersih
11. Kecukupan tenaga kesehatan
12. Ketersediaan obat sesuai standar
13. Ketersediaan sarana Transportasi
14. Kecukupan dana operasional
15. Pelaksanaan upaya kesehatan wajib
16. Rujukan medis dan kesmas
17. Pelaksaan diskusi kasus(audit kasus)
18. Presentase penduduk ditangani
19. Presentase kemandirian posyandu
2.6 Sistem Informasi Kesehatan
Puskesmas Wonasa
Sistem Informasi Kesehatan yang
dilaksanakan Puskesmas Wonasa mengacu pada strategi pengembangan atau
indikator-indikator pelaksanaan pelayaan Puskesmas yang secara luas memberikan
wadah bagi Puskesmas Wonasa untuk mengembangkan diri sesuai potensi
masing-masing yang tujuannya adalah peningkatan mutu layanan secara
komprehensif di bidang promotif, preventif, kuratif dan rehabilitatif.
Program-program unggulan yang
dijalankan oleh Puskes Wonasa adalah :
1.
Upaya kesehatan ibu dan anak
2.
Upaya keluarga berencana
3.
Upaya peningkatan gizi
4.
Upaya kesehatan lingkungan
5.
Upaya pencegahan dan pemberantasan penyakit menular
6.
Upaya penyuluhan kesehatan
7.
Upaya pencatatan dan pelaporan dalam rangka sistem informasi
kesehatan
Alur pelayanan kesehatan yang di
terapkan Puskesmas Wonasa yaitu mulai dari pelayanan utama di loket
pendaftaran, kemudian pasien diarahakan sesuai dengan keluhan mereka masing-masing
terhadap penyakit kemudian menuju ke bagian-bagian pelayanan kesehatan yang
telah disediakan Puskesmas. Baik itu pelayanan kesehatan ibu dan anak,
pelayanan masalah kesehatan gizi, pelayanan keluarga berencana dan sebagainya.
Dengan pembagian pelayanan kesehatan ini, akan mempermudah para pelaksana
layanan kesehatan untuk melakukan pelayanan kesehatan terhadap pasien.
Kasus penyakit-penyakit yang sering
di dapati oleh puskesmas Wonasa ialah sebagai berikut:
1.
Commond cold atau selesma (iritasi hidung) adalah penyakit
infeksi catarrhal dari saluran pernapasan bagian atas yang disebabkan oleh
virus selesma yang terjadi pada anak-anak yang berusia lebih dari 3 tahun dan
jarang pada orang dewasa.
2. Essential (primary) hypertension
atau tekanan darah tinggi.
3. Cough atau batuk
4. Dermatitis unspecified atau penyakit
kulit yang memiliki banyak penyebab dan terjadi dalam berbagai bentuk
5.
Acute upper respiratory atau (ISPA) infeksi saluran
pernafasan akut.
Untuk system pelaporan selanjutnya Puskesmas Wonasa masih
menggunakan system manual yaitu masih menggunakan pencatatan di buku terhadap
berbagai kegiatan puskesmas dan penyakit-penyakit yang di dapati kemudian
melaporkan hasil Informasi Kesehatan ke Dinas Kesehatan setiap bulan.
DAFTAR PUSTAKA